Cara Meningkatkan Semangat Belajar Anak, Penting Diketahui Guru dan Orang Tua!

Share:

Pernahkah Anda mencari solusi agar anak tidak malas belajar? Atau mungkin saat ini Anda ingin mengetahui cara meningkatkan semangat belajar anak. Keduanya memang masih ada dalam satu tema, namun memiliki pengertian yang sedikit berbeda.

Solusi agar anak tidak malas, dibutuhkan oleh orang tua dan guru untuk anak yang sangat malas dalam belajarnya. Sementara cara meningkatkan semangat belajar anak, dibutuhkan guru dan orang tua saat anak mau belajar namun kurang bersemangat.

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas cara agar anak selalu semangat dalam belajar. Bukan hanya itu, jika kita mempraktekan cara ini maka kita akan menjadi guru atau orang tua favorit yang sangat anak cintai.

Cara Membuat Anak Selalu Semangat Belajar

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sehingga anak bisa selalu semangat dalam belajarnya, baik ada atau tidak adanya kita selaku orang tua maupun guru. Tidak sedikit anak yang menunjukan kesemangatan dalam belajarnya hanya ketika ada guru atau orang tua, ini masih mending jika dibanding dengan anak yang sama sekali tidak menunjukan kesemangatan itu. Parahnya masih ada kasus yang ditemukan di lapangan, ada oknum anak yang berangkat sekolah dari rumahnya, namun ia ternyata tidak sampai di sekolah.

Pada dasarnya tidak ada yang salah dari setiap anak yang terlahir, sebab mereka semua sama. Seperti kertas yang putih, lingkungan, dan berbagai hal yang telah dilaluinya lah yang akhirnya membentuk karakter anak itu sendiri. Lantas bagaimana solusi terbaik untuk mencegah hingga menghilangkan karakter anak yang malas belajar ini ? Berikut ulasan lengkapnya.

Belajar Sesuai dengan Kecerdasan Anak

Cara meningkatkan semangat belajar anak yang pertama, adalah dengan belajar sesuai dengan kecerdasan anak. Sebagai seorang guru atau pun orang tua kita harus menyadari bahwa kecerdasan setiap anak berbeda-beda. Ada anak yang sangat pandai dalam hal menulis, berhitung, dan lainnya. Disisi lain, ada pula anak yang kecerdasannya dibidang seni, maupun olahraga.

Fakta ini menunjukan kepada kita, bahwa sebenarnya di dunia ini tidak ada anak yang bodoh, jadi jangan sekali-kali beranggapan demikian. Hal ini justru akan membuat anak minder, sehingga kecerdasan yang dimilikinya menjadi tersembunyi.

Ini merupakan salah satu ketentuan dan karunia Tuhan yang sangat besar, dengan hal inilah maka antara manusia satu dengan lainnya bisa saling mengisi dan melengkapi. Apa jadinya jika semua orang hanya pandai dibidang olahraga tanpa ada yang ahli dibidang kesehatan, pendidikan, pertania dan lainnya.

Dengan menyadari kecerdasan setiap anak berbeda-beda, maka kita juga harus paham bahwa cara belajar anak juga pasti berbeda sesuai dengan jenis kecerdasan yang ia miliki, yang biasanya dikenal dengan kecerdasan otak kanan atau kecerdasan otak kiri.

Dalam praktek belajar anak ada yang suka dengan sebuah buku yang memuat banyak tulisan, sebaliknya ada juga yang lebih menyukai buku yang dipenuhi dengan gambar. Pun begitu ada yang lebih suka dengan cara pembelajaran model ceramah, ada juga yang menyukai model pembelajaran dengan menggali sendiri sumber pengetahuan yang bisa dipelajari.

Gunakan Metode dan Suasana Belajar Menyenangkan


Jangan langsung menyalahkan anak jika mereka malas dalam belajarnya, coba kita renungkan barangkali ada sesuatu yang membuat anak merasa jenuh dalam belajarnya. Awali dengan memperhatikan metode yang kita gunakan, bisa saja anak merasa jenuh dengan metode yang kita gunakan. Sesekali ajaklah anak belajar dengan suasana yang berbeda, misalnya yang tadinya di dalam ruangan menjadi di luar ruangan.

Selain metode belajar perhatikan pula tempat ruangan belajar anak, rubahlah warna cat dan posisi tempat belajarnya agar tidak terlalu monoton dan lebih fresh.

Berikan Apresiasi pada Anak

Tidak sedikit orang yang hanya memberi hukuman ketika anak salah, namun lupa memberikan penghargaan ketika anak dapat meraih atau melakukan sesuatu dengan baik. Hal ini biasanya akan melemahkan semangat anak, salah satunya dalam belajar. Bahkan jika kurang perhatian, anak akan lebih senang melakukan sesuatu yang salah. Sebab hukuman sekalipun sudah terasa seperti perhatian kasih sayang baginya.

Berikanlah penghargaan pada anak ketika ia semangat dalam belajarnya, apalagi jika ia mampu meraih prestasi dengan baik. Penghargaan tidak harus berupa materi, pujian dan sanjungan juga merupakan salah satu bentuk apresiasi yang sangat berharga bagi anak.

Dengan adanya apresiasi maka anak akan termotivasi untuk terus melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Tidak ada salahnya menjanjikan pada anak untuk memberikan hadiah tertentu, jika ia mampu meraih suatu prestasi. Namun perlu diingat, janji tersebut harus benar-benar ditepati jika anak mampu meraihnya. Sebab jika tidak, maka selain membuat anak kecewa, dan menghilangkan rasa percayanya pada kita, secara tidak langsung berarti hal itu juga bisa membentuk anak menjadi seorang pembohong dan hianat nantinya.

Dekati Psikologis Anak

Cara meningkatkan semangat belajar anak yang paling jitu sebenarnya dengan mendekati psikologis anak. Dengan hal inilah, maka Anda bisa dengan mudah menjadi guru atau pun orang tua paforit bagi anak.

Caranya adalah tentu saja dengan menanamkan cinta yang dalam dari anak untuk Anda. Bukan rahasia lagi jika dengan cinta yang kuat, maka seseorang rela melakukan apapun keinginan dari yang dicintainya. Tak ayal banyak yang dimabuk cinta, hingga bisa melupakan segalanya. Padahal jika dimanfaatkan dengan baik, tentu ini bisa sangat bermanfaat, salah satunya pada anak-anak.

Anda tentu pernah mengalami sangat menyukai suatu bidang studi, namun ketika yang mengajarkannya tidak disukai maka pelajaran semenarik apapun menjadi sangat menjenuhkan. Begitu pun sebaliknya, jika kita sangat menyukai yang mengajar sekalipun materinya sangat rumit, maka akan berjuang maksimal agar bisa menguasainya.

Bukankah ketika seseorang dimabuk cinta sesuatu yang mustahil pun menjadi mungkin, bahkan tak jarang rela melakukan hal-hal yang sangat membahayakan dirinya. Sebab pada dasarnya cinta adalah kekuatan dan motivasi terbesar bagi kita, oleh karenanya mengajarlah dengan cinta agar lebih mudah menumbuhkan cinta di hati anak didik untuk Anda.

Untuk menumbuhkan cinta pada anak, berikanlah perhatian pada mereka. Sesekali ajaklah anak ngobrol tentang dirinya. Bahkan tidak salah, jika ada suatu hari-hari tertentu Anda gunakan tidak untuk mengajar, namun hanya untuk ngobrol banyak hal dengan anak-anak. Bantulah anak menyelesaikan masalah pribadinya, baik dengan memberi solusi lewat nasihat, atau pun membantunya melalui tindakan nyata.

Bagi orang tua di rumah, usahakan setiap anak baru pertama kali membuka matanya ada Anda di sana. Ucapkanlah sesuatu sesuai harapan Anda, misalnya Eh anak bunda yang rajin udah bangun dan lainnya. Selain itu usahakan pula minimal 10 menit sebelum anak tidur Anda ada didekatnya, entah itu dengan ngobrol, baca cerita dan lainnya. Di sesi terakhir peluklah anak, dan ucapkan anak bunda yang rajin tidur dulu ya. Atau menggunakan berbagai kata-kata positif lainnya.

Ketika anak melakukan sesuatu dengan baik, contohnya sedang mengerjakan PR ucapkanlah padanya dengan senyuman. Misalnya, eh anak bunda yang rajin sedang belajar, bunda bahagia sekali melihat anak bunda rajin dalam belajarnya, semangat dan bahagia dalam belajarnya.

Selain dapat membuat anak merasa ketagihan untuk belajar rajin, hal ini juga akan membuat alam bawah sadarnya merespon, sehingga kemudian anak terbiasa untuk rajin belajar. Penting untuk diingat, alam bawah sadar manusia daya tanggakpnya berbeda dengan bukan bawah sadar. Alam bawah sadar itu memahami perkata bukan perkalimat, jadi jika mengatakan jangan malas belajar pada anak sebelum tidur misalnya, maka anak justru bisa menjadi malas, sebab alam bawah sadar merespon kata malas juga. Oleh karenanya, pandailah dalam memilih dan memilah kata yang baik, sehingga hasilnya senantiasa baik pula.

Demikan pembahasan mengenai cara meningkatkan semangat belajar anak. Semoga bermanfaat, jika ada informasi lainnya silahkan bisa menambahkannya melalui kolom komentar di bawah ini.

No comments